Lima hari yang berkesan di Portland.
Berangkat dari Jakarta Jum'at 28 Oktober 2005 jam 19.30 WIB dengan GA menuju Singapore,
menginap semalam di Changi Village Hotel, jam 3.00 dinihari sudah dijemput shuttle bus untuk segera
check-in lagi di Changi.
Pemeriksaan saat check-in sangat ketat, dan dengan NorthWest Airline jam 6.00 menuju Narita - Tokyo. Turun di Narita segera cari gate untuk naik pesawat yang menuju ke Portland. Jam 8.00 pagi waktu Portland pesawat
mendarat. Cuaca hujan rintik-rintik di luar bandara.
Di bandara Portland, kena dikerjain oleh US custom, sampai harus menunggu 3 jam. Yang jadi gara-gara kena
2nd inspection adalah pertama status single, dan pernah kena 2nd inspection pada kunjungan dua tahun
yang lalu. Lucunya, nomor FINS ketika di-entry ke komputer, isinya blank, sehingga mereka kutak-katik
sampai ambil buku manual segala, ini yang bikin lama. Akhirnya data diinput ulang.
Brengseknya lagi, semua bagasi diudal-adul, diperiksa sampai ke lipatan tas, takut menyembunyikan uang.
Untung sekali titipan makanan yang sempat disita, akhirnya dikembalikan lagi.
Dijemput sdr. Hendra (teman yang tinggal di Portland) langsung dibawa ke rumahnya, lalu pergi lagi makan siang dengan seluruh keluarganya di sebuah resto Chinese ala buffet. Lalu berkeliling downtown Portland, sampai sore hari lalu pulang ke rumah.
Maksudnya istirahat sebentar, eh akhirnya ketiduran sampai jam 5 pagi keesokan harinya. Tapi ini membawa
untung, karena jetlag jadi hilang.
Hari ke dua (30 Oktober 2005)
Hari ini begitu cerah, jauh berlawanan dengan ramalan cuaca yang dibaca di MSN.com maupun TV.
Sdr. Hendra langsung berinisiatif untuk segera pergi menunjukkan keindahan / surga dari Portland, maka
pergilah kami menyusuri sungai Columbia atau yang lebih dikenal sebagai Columbia Gorge.
Perjalanan menyusuri sungai Columbia sangat indah, bagi yang sudah pernah ke Jerman (mirip dengan
daerah yang menuju hutan Black Forest). Bedanya kalau di Black Forest ada snow, disini tidak ada snow.
Berangkat menyusur dari sisi kiri, lalu melewati jembatan menuju ke restoran sdri. Grace Su di Hood
River (adik dari Steve Tan) yang sudah tinggal puluhan tahun disana. Kami disambut oleh Grace dan suaminya
dan langsung diajak lunch. Restonya menjual chinese food dan cukup ramai. Thanks Grace for the lunch and
kindness welcome.
Pulangnya kami menyusuri sisi kanan sungai, menuju ke Vista House tempat di ketinggian yang bisa melihat
seluruh keindahan Columbia Gorge. Dalam perjalanan menuju Vista House ini dijumpai sekitar 10 waterfall
besar kecil. Kondisi hutan sangat tepat bagi yang berhobby hicking.
Disamping Vista House juga ada satu tempat lagi yang tidak dinamai yang bisa melihat Columbia Gorge dari
ketinggian.
Demikian akhir perjalanan hari ke dua, sungguh beruntung karena alam sangat bersahabat, matahari
bersinar, padahal sudah winter disini.
Hari ke tiga (31 Oktober 2005)
Hari ini begitu mendung, jauh berlawanan dengan cuaca cerah pada hari ke dua. Selain mendung juga
hujan sepanjang hari. Karena gangguan hujan, maka perjalanan tidak banyak alternatif, maka kami pergi saja ke Frys Electronic Centre (serupa Electronic City di Jakarta), tetapi disini software computer jauh lebih lengkap. Dan ke Costco Warehouse, serupa Makro di Jakarta. Siang dan sore harinya mengamati aktifitas Halloween
meski tidak terlalu ramai, mengingat hujan sepanjang hari.
Rumah-rumah dihias dengan buah pumpkin yang digambari wajah dan ornamen tengkorak. Malam harinya serombongan anak-anak baik jalan kaki maupun bermobil, mengetuk pintu dari rumah ke rumah, untuk mendapatkan permen dari si tuan rumah.
Hari ke empat (1 November 2005)
Kembali hari ini adalah rainy day, hujan turun sepanjang hari, panas hanya mengintip sejenak pada
sekitar jam 3 siang. Meski hujan akhirnya kami nekad pergi ke Mt. Hood.
Perjalanan ke Mt. Hood boleh dikatakan indah, meski banyak tertutup kabut, jadi untuk menikmati
keindahannya cukup membayangkan saja kalau kabutnya lenyap. Mt. Hood sebenarnya adalah daerah kawasan
ski-es di Portland yang terbesar di Amerika.
Di puncak Mt. Hood kami disambut hujan es, meski es-nya tipis cukup membuat licin jalanan. Tidak
banyak foto yang bisa kami buat disini, karena situasi masih hujan.
Bagi yang hobby ski-es, jangan lupa untuk mengunjungi Mt. Hood, bila sempat berkunjung ke Portland.
Hari ke lima (2 November 2005)
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu, karena kembali ramalan cuaca dijungkir balikkan oleh alam
Portland. Meski ramalan cuaca menunjukkan bakalan hujan, tetapi matahari ternyata berhasil menunjukkan kedigjayaannya. Tidak ada kata lain, selain segera berangkat ke Oregon Coast. Tempat ini adalah tempat yang
keindahannya setara dengan Columbia Gorge.
Perjalanan ke Oregon Coast cukup mendebarkan juga, karena cuaca berganti-ganti dalam hitungan menit,
kadang cerah, kadang mendung, kembali cerah, tiba-tiba ada hujan meski masih ada panas matahari
(ingat istilah Semarangan-nya "udan ketek").
Sepanjang perjalanan menuju Oregon Coast, kami kerap kali menepikan mobil untuk berfoto, mengabadikan
keindahan kawasan Portland - Oregon, hutannya, sungainya dan bukitnya.
Makin dekat ke Oregon Coast ada beberapa daerah yang ditandai sebagai daerah kawasan Tsunami. Kota
terdekat dengan Oregon Coast adalah Tillamook, dimana Anda bisa mendapatkan dua pabrik keju terkenal, satu yang fabrikan, dan satunya lagi lebih tradisional.
Dari ketinggian bukit, kami menyaksikan Oregon Coast, karena keterbatasan waktu kami tidak bisa
mendekat ke bibir pantai. Tetapi justru dari kejauhan, keindahan Oregon Coast dapat dilihat secara spektakuler.
Malam harinya, kami menyempatkan diri mampir di salah satu outlet Krispy Kreme yang sempat menjadi
bahan pembicaraan karena donutnya yang empuk bila dimakan saat masih panas. Begitu memasuki gerai,
kami langsung mendapatkan satu donut hangat.Memang bisa dirasakan keempukan donut ini dan
kelezatan kreme-nya, meski terasa sangat manis, sehingga kopi terasa pahit terus.
Proses pembuatan donut diperagakan melalui kaca tembus pandang. Mulai dari saat membuat tepung mengembang hingga diberi gula, sampai ke proses penyajian.
Good Bye Portland (3 November 2005)
Hari Kamis siang meninggalkan keindahan dan keramahan Portland, dan terbang menuju LAX.
Thank you to Hendra's Family for your kindness during my trip.
Monday, January 30, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment